1. PENYAKIT GINJAL
Penyakit ginjal merupakan
penyakit yang paling sering ditemukan di masyarakat. Merujuk data dari PERNEFRI
(Perhimpunan Nefrologi Indonesia), 8,6% dari penduduk Indonesia menderita
Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Penyakit ginjal dapat bermanifestasi dalam 2
bentuk yaitu 1. Penyakit Ginjal Kronik; 2. Gangguan Ginjal Akut atau Acute
Kidney Injury (AKI).
Dikatakan PGK bila ditemukan
adanya gangguan struktur ginjal (kidney damage) atau Laju Filtrasi Glomerulus
(kecepatan proses penyaringan darah oleh ginjal) kurang dari 60 mL/menit selama
lebih dari 3 bulan. Gangguan struktur ginjal dinyatakan dengan adanya sel darah
merah (sedimen eritrosit) dalam urin atau protein dalam urin atau terlihat
kelainan ginjal melalui pemeriksaan USG atau CT-Scan yang menetap lebih dari 3
bulan. Laju Filtrasi Glomerulus atau eGFR (estimated Glomerular Filtration
Rate) dapat dihitung dari kadar kreatinin darah dan umur pasien dengan
menggunakan rumus. Saat ini data eGFR sudah tercantum dalam laporan hasil
pemeriksaan laboratorium darah dari beberapa laboratorium di Indonesia,
termasuk di laboratorium klinik Prodia.
Dikatakan AKI bila dalam waktu
48 jam terjadi peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 0,3 mg/dL dibandingkan
dengan kadar kreatinin sebelumnya atau peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 50%
atau volume urin kurang dari 0,5 mL/kg berat badan per jam (bila berat badan 60
kg, volume urin kurang dari 30 mL per jam) dalam waktu lebih dari 6 jam.
Penyakit
Ginjal Kronik
Perjalanan penyakit dari PGK,
dibagi dalam 5 stadium yaitu Stadium-I bila eGFR lebih dari 90 mL/menit;
Stadium-II bila eGFR antara 60-90 mL/menit; Stadium-III bila eGFR antara 30-60
mL/menit; Stadium-IV bila eGFR antara 15-30 mL/menit; Stadium-V atau disebut
juga Gagal Ginjal bila eGFR kurang dari 15 mL/menit dan pada stadium ini,
pasien sudah diindikasikan untuk masuk dalam program dialisis (cuci darah) atau
cangkok ginjal.
Pada PGK tidak ada istilah
perbaikan fungsi ginjal, misalnya dari Stadium-III membaik menjadi Stadium-II,
melainkan PGK ini akan berjalan terus mulai dari Stadium-I hingga Stadium-V.
Tujuan pengobatan adalah berusaha untuk menahan laju perburukan PGK ini, antara
lain dengan mengendalikan tekanan darah, atau mengendalikan gula darah, atau
melakukan tindakan terhadap hal-hal yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal
seperti menghilangkan batu ginjal, menghilangkan sumbatan aliran urin dari
ginjal bila ada, menurunkan kadar protein dalam darah bila ada, atau tidak
sembarangan mengonsumsi obat, atau mengatur makanan sesuai anjuran dokter
spesialis gizi. Sebelum pengobatan, tentu saja perlu diketahui terlebih dahulu,
apa yang menyebabkan PGK tersebut. Penyebab PGK yang sering ditemukan di
Indonesia adalah Diabetes Melitus, Hipertensi, Batu Ginjal dan Saluran Kemih,
Radang Saringan Ginjal (Glomerulonefritis), konsumsi obat penghilang rasa nyeri
dalam jangka panjang khususnya obat golongan Anti Inflamasi Non-Steroid seperti
piroksikam, asam mefenamat, ibuprofen dan lain-lain.
Acute
Kidney Injury (AKI) atau Gangguan Ginjal Akut
Penyebab AKI dapat dikelompokkan
dalam; 1. Praginjal; 2. Ginjal; 3. Pasca ginjal. Penyebab Praginjal antara lain
berkurangnya volume cairan tubuh (hipovolemia) sebesar lebih dari 10% kali 24%
Berat Badan yang tidak segera ditanggulangi (misalnya pada kasus-kasus
perdarahan berat, muntah-berak (muntaber), kurang konsumsi air). Praginjal
dapat juga disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada
kasus gagal jantung (kemampuan jantung memompa darah berkurang) pada penyakit
jantung. Penyebab Ginjal antara lain konsumsi obat-obat kedokteran atau obat
tradisional yang bersifat mengganggu ginjal (toksik terhadap ginjal atau
penyakit yang merusak saringan ginjal secara cepat atau dalam dunia kedokteran
disebut sebagai Rapidly Progressive Glomerulonephritis (RPGN). Penyebab pasca
ginjal antara lain adanya sumbatan aliran urin secara mendadak akibat batu di
kedua saluran kemih (ureter).
Tindakan pengobatan yang
dilakukan pada AKI adalah mengatasi dengan segera penyebab timbulnya AKI
tersebut. Pada AKI, dalam keadaan tertentu misalnya ada hal-hal yang dapat
mengganggu jiwa antara lain kelebihan kalium (hiperkalemia) atau kelebihan
cairan tubuh (overload), dilakukan tindakan dialisis yang bersifat sementara.
Berbeda dengan PGK, fungsi
ginjal pada AKI dapat kembali kepada keadaan fungsi ginjal sebelumnya bila
penyebabnya segera diatasi. Bila sebelumnya fungsi ginjal adalah normal, dengan
berhasilnya mengatasi penyebab AKI, maka fungsi ginjal akan kembali normal.
Sebagai
kesimpulan, penyakit ginjal dapat berupa Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan dapat
berupa Gangguan Ginjal Akut (AKI). Pengobatan PGK adalah berusaha menahan
perjalanan penyakit, sedang pengobatan AKI adalah segera mengatasi penyebab
timbulnya AKI. Bila PGK sudah mencapai stadium-V, tindakan yang dilakukan
adalah dialisis (cuci darah atau peritoneal dialisis = CAPD) selama hidup atau
cangkok ginjal (transplantasi ginjal).
2. PENYAKIT
JANTUNG
Serangan Jantung
Apa itu Serangan Jantung ?
Suatu
kondisi penyempitan/blokade pada sebagian pembuluh darah sehingga aliran darah
ke jantung terhambat, dan terjadi penurunan suplai oksigen dan zat makanan yang
dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Kondisi penghambatan
tersebut terjadi secara tiba-tiba atau mendadak yang umumnya menimbulkan nyeri
atau ketidaknyamanan di tengah dada dalam beberapa menit.
Apa penyebab Serangan Jantung ?
Penyebab
utama serangan jantung adalah terhambatnya aliran darah ke jantung. Hambatan
ini disebabkan oleh :
- Penumpukan
lemak pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan
kekakuan pada pembuluh darah disebut pengerasan pada arteri atau
aterosklerosis. Penumpukan lemak dapat terjadi akibat : merokok, diet yang
tidak sehat, dan kurang aktivitas.
- Bekuan
darah yang menyumbat pembuluh darah.
Selain
itu, serangan jantung juga dapat dipicu oleh adanya beberapa faktor risiko
berikut:
- Usia
- Jenis
kelamin
- Riwayat
keluarga
- Riwayat
penyakit jantung koroner sebelumnya
- Kadar
lemak darah tinggi (hiperlipidemia)
- Riwayat
penyakit diabetes, hipertensi, sindrom metabolik
- Stres
kronis
- Penggunaan
obat tertentu
- Denyut
jantung tidak teratur
Bagaimana gejalanya ?
Serangan
jantung umumnya diawali dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan di tengah dada
yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang timbul. Ketidaknyamanan
yang terjadi bisa berupa rasa tertekan, seperti diremas-remas. Rasa sakit dan
ketidaknyamanan juga terasa di telapak tangan, bahu kiri, siku, rahang atau
punggung. Gejala lainnya adalah:
- Kesulitan
bernapas atau napas pendek
- Merasa
tidak enak badan atau muntah
- Pusing
- Keringat
dingin
- Pucat
Bagaimana diagnosisnya ?
- Pemeriksaan
fisik dokter
- Pemeriksaan
laboratorium, antara lain: Kolesterol lengkap (kolesterol total, LDL, HDL,
trigliserida); Apo A1; Apo B; hs-CRP; Penanda
biokimia jantung: Myoglobin, CK-MB Massa, Cardiac Troponin I
- Pemerikaan
penunjang diagnostik lainnya, antara lain: Elektokardiografi
(EKG); Echocardiografi; Kateterisasi koroner; Tes
stres; CT scan; Magnetic Resonance Angiogram (MRA)
Pengobatan yang dilakukan
Beberapa
obat yang biasanya diberikan pada seseorang yang mengalami serangan jantung,
yaitu: obat penurun kolesterol, penghilang rasa sakit, aspirin, beta bloker,
nitrogliserin, penghambat angiotensin-converting enzyme, dan calcium
channel blocker.
Selain
pemberian obat, mungkin bedah atau beberapa pilihan lain biasanya dilakukan
dokter, seperti:
- Angioplasti
koroner dan penempatan stent (revaskularisasi koroner perkutan)
- Operasi
bypass arteri koroner
Pencegahan yang dapat dilakukan
- Gaya
hidup sehat
- Tidak
merokok
- Melakukan
kontrol kesehatan (tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes) secara
berkala
- Konsumsi
makanan sehat
- Menjaga
berat badan yang sehat
- Mengurangi
dan mengelola stress
Dampak yang ditimbulkan oleh Serangan Jantung
- Irama
jantung abnormal (aritmia)
- Gagal
jantung
- Kebocoran
jantung
3. PENYEBAB
BENGKAK
Bengkak
Bengkak,
dalam bahasa kedokteran disebut sebagai edema. Bengkak dapat terlihat di
tungkai, tangan, muka, perut, dan paru. Bengkak adalah merupakan pengumpulan
cairan di jaringan bawah kulit atau organ tubuh. Bengkak di kulit muka, tangan,
tungkai, punggung, pinggang, atau di bawah kulit lainnya disebut edema. Bengkak
perut disebut juga asites dan bengkak di jaringan paru disebut sebagai edema
paru. Sebenarnya bengkak terjadi oleh karena adanya gerakan air atau penyusupan
air dari dalam pembuluh darah kapiler ke arah jaringan di sekitarnya. Gerakan
air dari dalam kapiler ini dapat terjadi oleh dua hal; 1) Tekanan pendorong yang
tinggi dari dalam kapiler atau disebut sebagai tekanan hidrostatik. Tekanan
pendorong yang meningkat ini biasanya disebabkan adanya bendungan yang menahan
aliran darah di dalam kapiler; 2) Tekanan penghisap yang meningkat atau tinggi
di dalam jaringan sekitar kapiler sehingga air dari dalam kapiler menyusup
masuk ke dalam jaringan. Tekanan penghisap ini dalam dunia kedokteran disebut
sebagai tekanan osmotik.
Gejala Bengkak
Tergantung dari tempatnya. Bila
di bawah kulit, akan terlihat kulit yang bengkak dan mengkilat serta pada
penekanan di daerah bengkak tersebut akan timbul lubang yang lambat kembali ke
posisi sebelum ditekan. Gejala yang ditimbulkan adalah berupa rasa pegal di
tungkai, sepatu terasa lebih sempit, dan berjalan terasa berat. Bila terjadi bengkak
di perut, terlihat lingkar perut membesar serta menimbulkan rasa penuh dan
tidak enak, terasa lebih cepat kenyang bila makan, karena lambung tertekan oleh
air yang berada di dalam perut tersebut. Pembengkakan di daerah paru atau
disebut sebagai edema paru, akan menimbulkan rasa sesak nafas yang hebat
sekali.
Penyebab Bengkak
Bengkak dapat disebabkan oleh
berbagai hal antara lain:
Pelebaran pembuluh darah vena di
kaki yang kita kenal sebagai varises. Mereka yang memiliki varises, terlihat
banyak tonjolan pembuluh darah seperti tali mulai dari yang terlihat sebagai
garis biru-merah hingga tonjolan pembuluh darah vena yang besar. Pada keadaan
ini klep atau katup di dalam pembuluh vena yang berfungsi untuk membantu
pemompaan darah dari kaki ke arah jantung tidak berfungsi baik, sehingga aliran
darah terbendung. Seperti dibicarakan di atas, maka tekanan pendorong atau
tekanan hidrostatik di dalam vena meningkat sehingga air keluar masuk ke bawah
kulit dan terjadi pembengkakan. Pada saat bangun pagi terlihat tidak ada
pembengkakan di kaki, akan tetapi pada siang hingga malam terlihat lagi
pembengkakan terutama bila banyak duduk, berdiri, atau berjalan. Pada mereka
yang seperti ini, dianjurkan kalau duduk sebaiknya menopangkan kakinya pada
bangku atau tempat yang sejajar tingginya dengan tempat duduk.
Kehamilan, akibat tekanan yang
tinggi di dalam perut, aliran darah dari kaki seolah-olah terbendung sehingga
dapat menimbulkan bengkak.
Wanita pada saat siklus haid
dapat timbul bengkak karena pengaruh hormon yang meningkat saat haid.
Penyakit ginjal juga dapat
menimbulkan bengkak oleh karena sebagian dari penyakit ginjal ada yang dapat
menyebabkan kadar albumin, (protein dalam darah) lebih rendah dari normal.
Akibatnya tekanan penghisap (tekanan osmotik, seperti dijelaskan pada tulisan
di atas), di jaringan sekitar pembuluh kapiler lebih tinggi, membuat air dari
pembuluh kapiler masuk ke dalam jaringan dan menyebabkan bengkak. Bengkak
biasanya ada di daerah tungkai atau sekitar mata (jaringan longgar).
Gagal Jantung dapat menimbulkan
bengkak di tungkai, perut (asites). Bengkak juga dapat timbul di Paru yang
disebut sebagai edema paru. Edema paru akan menimbulkan sesak yang hebat.
Kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh berkurang pada gagal jantung
sehingga aliran darah dari vena ke arah jantung terbendung yang mengakibatkan
tekanan hidrostatik di pembuluh kapiler meningkat sehingga air dari pembuluh
kapiler keluar dan masuk ke dalam jaringan kulit, perut, dan Paru.
Kerusakan pada jaringan hati atau
dikenal dalam bahasa kedokteran sebagai sirosis hati, atau dalam bahasa awam
sebagai hati yang mengecil, akan menyebabkan aliran darah dari pembuluh darah
usus yang menuju hati, terbendung. Akibatnya timbul penumpukan air di dalam
perut (asites) dan juga di tungkai, akibat banyak air yang keluar dari dalam
kapiler di perut maupun tungkai.
Solusi
Bila timbul pembengkakan seperti
diterangkan di atas, disarankan segera menemui dokter terdekat.
Penanganan utama pada bengkak
adalah mengatasi penyebab bengkak. Bila perlu, misalnya sesak nafas hebat,
asites yang sangat besar, atau bengkak tungkai yang sangat besar, biasanya
diberikan obat diuretika yang gunanya untuk merangsang pengeluaran air melalui
ginjal, hanya untuk mengurangi gejala akibat bengkak saja, bukan mengatasi
penyebab.
4. PENYAKIT
ANEMIA
Anemia
adalah kondisi di mana darah Anda memiliki jumlah sel darah merah di bawah
normal. Kurangnya sel darah merah ini biasanya diindikasikan oleh hitungan
hemoglobin yang lebih rendah dari normal (lihat tabel).
Hemoglobin
adalah unsur utama penyusun sel darah merah yang merupakan protein kaya
zat besi dan berfungsi membantu sel darah merah mengangkut oksigen dari
paru-paru ke seluruh tubuh.
Bila
jumlah hemoglobin Anda sedikit, sel-sel tubuh Anda akan kekurangan oksigen.
Anda akan merasa lelah, lemas dan gejala anemia lainnya. Anemia parah dan
menahun (kurang dari 5 g/dl) dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak
dan organ tubuh lain. Anemia yang sangat parah bahkan dapat menyebabkan
kematian.
Gejala
Kadar Hb Normal
|
|
Pria
dewasa
|
13.5
– 17 g/dl
|
Wanita
dewasa
|
12
– 15 g/dl
|
Ibu
hamil
|
11
– 12 g/dl
|
Bayi
baru lahir
|
14
– 24 g/dl
|
Anak-anak
|
11
– 16 g/dl
|
Tubuh
yang mengalami anemia akan menunjukkan gejala seperti muka pucat, lelah,
kurang energi/lemas, mengantuk, dan sakit kepala. Pada kasus yang lebih
parah, anemia menyebabkan denyut jantung bertambah
cepat,
nafas tersengal dan pingsan.
Penyebab
Anemia
terutama disebabkan oleh kehilangan darah, kekurangan produksi sel darah merah
atau perusakan sel darah merah yang lebih cepat dari normal. Kondisi tersebut
dapat disebabkan oleh:
- Kurang
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, asam folat
dan vitamin C,
unsur-unsur yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
- Kekurangan
zat besi adalah penyebab utama anemia. Sekitar 20% wanita, 50%
wanita hamil dan 3% pria mengalami kekurangan zat besi.
- Tidak
mengkonsumsi daging (vegetarian) dapat menyebabkan Anda kekurangan
vitamin B12, jenis vitamin yang hanya ditemui pada makanan hewani
(daging, ikan, telur, susu). Di kalangan non vegetarian, hampir tidak
ada yang kekurangan vitamin ini karena cadangannya cukup untuk
produksi sel darah sampai lima tahun.
- Asam folat tersedia pada banyak makanan,
namun terutama terdapat di hati dan sayuran hijau mentah.
- Darah
menstruasi berlebihan. Wanita yang sedang menstruasi rawan terkena anemia
karena kekurangan zat besi bila darah menstruasinya banyak dan dia
tidak memiliki cukup persediaan zat besi.
- Kehamilan. Wanita yang hamil rawan
terkena anemia karena janin menyerap zat besi dan vitamin untuk pertumbuhannya.
- Penyakit
tertentu.
Penyakit yang menyebabkan perdarahan terus-menerus di saluran pencernaan
seperti gastritis, radang usus buntu,dll dapat menyebabkan anemia.
- Obat-obatan
tertentu.
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat
anti inflamasi,dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam
penyerapan zat besi dan vitamin (antacid, pil KB, obat anti artritis,
dll).
- Operasi
pengambilan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi). Ini bisa menyebabkan anemia
karena tubuh kurang menyerap zat besi dan vitamin B12.
- Penyakit
radang kronis seperti
lupus, artritis rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid,
beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan anemia
karena memengaruhi proses pembentukan sel darah merah.
Penanganan
- Bila
Anda merasakan gejala anemia di atas dan orang-orang di sekeliling Anda
melihat Anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan
dokter. Dokter akan menanyakan kebiasaan makan Anda dan obat yang
sedang Anda minum. Anda lalu akan mendapatkan pemeriksaan fisik,
pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan
apakah terdapat anemia dan apa penyebabnya.
- Penanganan
anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi, dokter
akan mencari tahu dan mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat
besi dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan. (Bila anemia
disebabkan oleh masalah penyerapan pasca- operasi gastrektomi, pemberian
suplemen akan diberikan secara intramuskular atau intravenal).
- Pemulihan
biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penanganan. Setelah
anemia tertangani, Anda masih akan terus menerima asupan suplemen zat besi
hingga beberapa bulan untuk menjaga kondisi. Tinja Anda akan berwarna
hitam selama perawatan.
- Bila
anemia disebabkan penyakit tertentu, satu-satunya solusi adalah menyembuhkan
penyakitnya.
- Anemia
kronis yang ditandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat,
nafas tersengal dan pingsan mungkin harus segera ditangani dengan transfusi
darah.
Tips
- Mengkonsumsi
makanan yang mengandung zat besi disarankan bagi setiap orang, terlebih bagi wanita yang
menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber
dari daging, ayam dan ikan. Beberapa makanan seperti sayuran, buah-buahan,
sereal (yang diperkuat zat besi), telur dan kacang-kacangan juga
mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna. Untuk mempermudah
penyerapan zat besi, Anda dapat memakannya bersamaan dengan daging, ayam
atau ikan atau dengan buah-buahan yang kaya vitamin C.
- Anda
tidak memerlukan suplemen zat besi kecuali direkomendasikan dokter. Suplemen zat besi
berdosis tinggi dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam.
Selain itu, penggunaan suplemen zat besi yang tidak perlu dapat
menyembunyikan masalah lain, misalnya perdarahan pada saluran pencernaan.
- Wanita hamil disarankan mengkonsumsi
suplemen makanan sesuai saran dokter, termasuk yang mengandung zat besi dan asam folat
untuk mencegah anemia.
- Mengkonsumsi
buah-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya, dan anggur dapat membantu
tubuh menyerap zat besi.
- Menjalani
diet vegetarian harus dilakukan dengan bijak karena dapat menyebabkan
kekurangan vitamin B12. Vitamin ini sangat penting bagi pembentukan
sel-sel tubuh, termasuk sel darah merah. Bila Anda tidak mengkonsumsi
makanan hewani, Anda perlu mengambil suplemen vitamin B12.
- Berhati-hatilah
dalam penggunaan aspirin, ibuprofen dan obat anti inflamasi karena dapat menyebabkan
iritasi lambung. Bila Anda harus mengkonsumsinya, konsultasikan dengan dokter
jika Anda punya riwayat perdarahan lambung. Dokter mungkin akan mengganti
dengan obat lain yang sesuai..