Rabu, 18 September 2013

Jenis Penyakit

1.  PENYAKIT GINJAL

Penyakit ginjal merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di masyarakat. Merujuk data dari PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), 8,6% dari penduduk Indonesia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Penyakit ginjal dapat bermanifestasi dalam 2 bentuk yaitu 1. Penyakit Ginjal Kronik; 2. Gangguan Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI).
Dikatakan PGK bila ditemukan adanya gangguan struktur ginjal (kidney damage) atau Laju Filtrasi Glomerulus (kecepatan proses penyaringan darah oleh ginjal) kurang dari 60 mL/menit selama lebih dari 3 bulan. Gangguan struktur ginjal dinyatakan dengan adanya sel darah merah (sedimen eritrosit) dalam urin atau protein dalam urin atau terlihat kelainan ginjal melalui pemeriksaan USG atau CT-Scan yang menetap lebih dari 3 bulan. Laju Filtrasi Glomerulus atau eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate) dapat dihitung dari kadar kreatinin darah dan umur pasien dengan menggunakan rumus. Saat ini data eGFR sudah tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan laboratorium darah dari beberapa laboratorium di Indonesia, termasuk di laboratorium klinik Prodia.
Dikatakan AKI bila dalam waktu 48 jam terjadi peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 0,3 mg/dL dibandingkan dengan kadar kreatinin sebelumnya atau peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 50% atau volume urin kurang dari 0,5 mL/kg berat badan per jam (bila berat badan 60 kg, volume urin kurang dari 30 mL per jam) dalam waktu lebih dari 6 jam.
Penyakit Ginjal Kronik
Perjalanan penyakit dari PGK, dibagi dalam 5 stadium yaitu Stadium-I bila eGFR lebih dari 90 mL/menit; Stadium-II bila eGFR antara 60-90 mL/menit; Stadium-III bila eGFR antara 30-60 mL/menit; Stadium-IV bila eGFR antara 15-30 mL/menit; Stadium-V atau disebut juga Gagal Ginjal bila eGFR kurang dari 15 mL/menit dan pada stadium ini, pasien sudah diindikasikan untuk masuk dalam program dialisis (cuci darah) atau cangkok ginjal.
Pada PGK tidak ada istilah perbaikan fungsi ginjal, misalnya dari Stadium-III membaik menjadi Stadium-II, melainkan PGK ini akan berjalan terus mulai dari Stadium-I hingga Stadium-V. Tujuan pengobatan adalah berusaha untuk menahan laju perburukan PGK ini, antara lain dengan mengendalikan tekanan darah, atau mengendalikan gula darah, atau melakukan tindakan terhadap hal-hal yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal seperti menghilangkan batu ginjal, menghilangkan sumbatan aliran urin dari ginjal bila ada, menurunkan kadar protein dalam darah bila ada, atau tidak sembarangan mengonsumsi obat, atau mengatur makanan sesuai anjuran dokter spesialis gizi. Sebelum pengobatan, tentu saja perlu diketahui terlebih dahulu, apa yang menyebabkan PGK tersebut. Penyebab PGK yang sering ditemukan di Indonesia adalah Diabetes Melitus, Hipertensi, Batu Ginjal dan Saluran Kemih, Radang Saringan Ginjal (Glomerulonefritis), konsumsi obat penghilang rasa nyeri dalam jangka panjang khususnya obat golongan Anti Inflamasi Non-Steroid seperti piroksikam, asam mefenamat, ibuprofen dan lain-lain.

Acute Kidney Injury (AKI) atau Gangguan Ginjal Akut
Penyebab AKI dapat dikelompokkan dalam; 1. Praginjal; 2. Ginjal; 3. Pasca ginjal. Penyebab Praginjal antara lain berkurangnya volume cairan tubuh (hipovolemia) sebesar lebih dari 10% kali 24% Berat Badan yang tidak segera ditanggulangi (misalnya pada kasus-kasus perdarahan berat, muntah-berak (muntaber), kurang konsumsi air). Praginjal dapat juga disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada kasus gagal jantung (kemampuan jantung memompa darah berkurang) pada penyakit jantung. Penyebab Ginjal antara lain konsumsi obat-obat kedokteran atau obat tradisional yang bersifat mengganggu ginjal (toksik terhadap ginjal atau penyakit yang merusak saringan ginjal secara cepat atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai Rapidly Progressive Glomerulonephritis (RPGN). Penyebab pasca ginjal antara lain adanya sumbatan aliran urin secara mendadak akibat batu di kedua saluran kemih (ureter).
Tindakan pengobatan yang dilakukan pada AKI adalah mengatasi dengan segera penyebab timbulnya AKI tersebut. Pada AKI, dalam keadaan tertentu misalnya ada hal-hal yang dapat mengganggu jiwa antara lain kelebihan kalium (hiperkalemia) atau kelebihan cairan tubuh (overload), dilakukan tindakan dialisis yang bersifat sementara.
Berbeda dengan PGK, fungsi ginjal pada AKI dapat kembali kepada keadaan fungsi ginjal sebelumnya bila penyebabnya segera diatasi. Bila sebelumnya fungsi ginjal adalah normal, dengan berhasilnya mengatasi penyebab AKI, maka fungsi ginjal akan kembali normal.
Sebagai kesimpulan, penyakit ginjal dapat berupa Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan dapat berupa Gangguan Ginjal Akut (AKI). Pengobatan PGK adalah berusaha menahan perjalanan penyakit, sedang pengobatan AKI adalah segera mengatasi penyebab timbulnya AKI. Bila PGK sudah mencapai stadium-V, tindakan yang dilakukan adalah dialisis (cuci darah atau peritoneal dialisis = CAPD) selama hidup atau cangkok ginjal (transplantasi ginjal).
















2. PENYAKIT JANTUNG
Serangan Jantung

Apa itu Serangan Jantung ?
Suatu kondisi penyempitan/blokade pada sebagian pembuluh darah sehingga aliran darah ke jantung terhambat, dan terjadi penurunan suplai oksigen dan zat makanan yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otot jantung. Kondisi penghambatan tersebut terjadi secara tiba-tiba atau mendadak yang umumnya menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan di tengah dada dalam beberapa menit.
Apa penyebab Serangan Jantung ?
Penyebab utama serangan jantung adalah terhambatnya aliran darah ke jantung. Hambatan ini disebabkan oleh :
  • Penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penyempitan dan kekakuan pada pembuluh darah disebut pengerasan pada arteri atau aterosklerosis. Penumpukan lemak dapat terjadi akibat : merokok, diet yang tidak sehat, dan kurang aktivitas.
  • Bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah.
Selain itu, serangan jantung juga dapat dipicu oleh adanya beberapa faktor risiko berikut:
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Riwayat keluarga
  • Riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya
  • Kadar lemak darah tinggi (hiperlipidemia)
  • Riwayat penyakit diabetes, hipertensi, sindrom metabolik
  • Stres kronis
  • Penggunaan obat tertentu
  • Denyut jantung tidak teratur

Bagaimana gejalanya ?
Serangan jantung umumnya diawali dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan di tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang timbul. Ketidaknyamanan yang terjadi bisa berupa rasa tertekan, seperti diremas-remas. Rasa sakit dan ketidaknyamanan juga terasa di telapak tangan, bahu kiri, siku, rahang atau punggung. Gejala lainnya adalah:
  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Merasa tidak enak badan atau muntah
  • Pusing
  • Keringat dingin
  • Pucat

Bagaimana diagnosisnya ?
  • Pemeriksaan fisik dokter
  • Pemeriksaan laboratorium, antara lain: Kolesterol lengkap (kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida);  Apo A1; Apo B; hs-CRP; Penanda biokimia jantung: Myoglobin, CK-MB Massa, Cardiac Troponin I
  • Pemerikaan penunjang diagnostik lainnya, antara lain: Elektokardiografi (EKG); Echocardiografi; Kateterisasi koroner; Tes stres; CT scan; Magnetic Resonance Angiogram (MRA)

Pengobatan yang dilakukan
Beberapa obat yang biasanya diberikan pada seseorang yang mengalami serangan jantung, yaitu: obat penurun kolesterol, penghilang rasa sakit, aspirin, beta bloker, nitrogliserin, penghambat angiotensin-converting enzyme, dan calcium channel blocker.
Selain pemberian obat, mungkin bedah atau beberapa pilihan lain biasanya dilakukan dokter, seperti:
  • Angioplasti koroner dan penempatan stent (revaskularisasi koroner perkutan)
  • Operasi bypass arteri koroner

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Gaya hidup sehat
  • Tidak merokok
  • Melakukan kontrol kesehatan (tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes) secara berkala
  • Konsumsi makanan sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Mengurangi dan mengelola stress
Dampak yang ditimbulkan oleh Serangan Jantung
  • Irama jantung abnormal (aritmia)
  • Gagal jantung
  • Kebocoran jantung





3.    PENYEBAB BENGKAK

Bengkak

Bengkak, dalam bahasa kedokteran disebut sebagai edema. Bengkak dapat terlihat di tungkai, tangan, muka, perut, dan paru. Bengkak adalah merupakan pengumpulan cairan di jaringan bawah kulit atau organ tubuh. Bengkak di kulit muka, tangan, tungkai, punggung, pinggang, atau di bawah kulit lainnya disebut edema. Bengkak perut disebut juga asites dan bengkak di jaringan paru disebut sebagai edema paru. Sebenarnya bengkak terjadi oleh karena adanya gerakan air atau penyusupan air dari dalam pembuluh darah kapiler ke arah jaringan di sekitarnya. Gerakan air dari dalam kapiler ini dapat terjadi oleh dua hal; 1) Tekanan pendorong yang tinggi dari dalam kapiler atau disebut sebagai tekanan hidrostatik. Tekanan pendorong yang meningkat ini biasanya disebabkan adanya bendungan yang menahan aliran darah di dalam kapiler; 2) Tekanan penghisap yang meningkat atau tinggi di dalam jaringan sekitar kapiler sehingga air dari dalam kapiler menyusup masuk ke dalam jaringan. Tekanan penghisap ini dalam dunia kedokteran disebut sebagai tekanan osmotik.


Gejala Bengkak
Tergantung dari tempatnya. Bila di bawah kulit, akan terlihat kulit yang bengkak dan mengkilat serta pada penekanan di daerah bengkak tersebut akan timbul lubang yang lambat kembali ke posisi sebelum ditekan. Gejala yang ditimbulkan adalah berupa rasa pegal di tungkai, sepatu terasa lebih sempit, dan berjalan terasa berat. Bila terjadi bengkak di perut, terlihat lingkar perut membesar serta menimbulkan rasa penuh dan tidak enak, terasa lebih cepat kenyang bila makan, karena lambung tertekan oleh air yang berada di dalam perut tersebut. Pembengkakan di daerah paru atau disebut sebagai edema paru, akan menimbulkan rasa sesak nafas yang hebat sekali.
Penyebab Bengkak
Bengkak dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain:
Pelebaran pembuluh darah vena di kaki yang kita kenal sebagai varises. Mereka yang memiliki varises, terlihat banyak tonjolan pembuluh darah seperti tali mulai dari yang terlihat sebagai garis biru-merah hingga tonjolan pembuluh darah vena yang besar. Pada keadaan ini klep atau katup di dalam pembuluh vena yang berfungsi untuk membantu pemompaan darah dari kaki ke arah jantung tidak berfungsi baik, sehingga aliran darah terbendung. Seperti dibicarakan di atas, maka tekanan pendorong atau tekanan hidrostatik di dalam vena meningkat sehingga air keluar masuk ke bawah kulit dan terjadi pembengkakan. Pada saat bangun pagi terlihat tidak ada pembengkakan di kaki, akan tetapi pada siang hingga malam terlihat lagi pembengkakan terutama bila banyak duduk, berdiri, atau berjalan. Pada mereka yang seperti ini, dianjurkan kalau duduk sebaiknya menopangkan kakinya pada bangku atau tempat yang sejajar tingginya dengan tempat duduk.
Kehamilan, akibat tekanan yang tinggi di dalam perut, aliran darah dari kaki seolah-olah terbendung sehingga dapat menimbulkan bengkak.
Wanita pada saat siklus haid dapat timbul bengkak karena pengaruh hormon yang meningkat saat haid.
Penyakit ginjal juga dapat menimbulkan bengkak oleh karena sebagian dari penyakit ginjal ada yang dapat menyebabkan kadar albumin, (protein dalam darah) lebih rendah dari normal. Akibatnya tekanan penghisap (tekanan osmotik, seperti dijelaskan pada tulisan di atas), di jaringan sekitar pembuluh kapiler lebih tinggi, membuat air dari pembuluh kapiler masuk ke dalam jaringan dan menyebabkan bengkak. Bengkak biasanya ada di daerah tungkai atau sekitar mata (jaringan longgar).
Gagal Jantung dapat menimbulkan bengkak di tungkai, perut (asites). Bengkak juga dapat timbul di Paru yang disebut sebagai edema paru. Edema paru akan menimbulkan sesak yang hebat. Kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh berkurang pada gagal jantung sehingga aliran darah dari vena ke arah jantung terbendung yang mengakibatkan tekanan hidrostatik di pembuluh kapiler meningkat sehingga air dari pembuluh kapiler keluar dan masuk ke dalam jaringan kulit, perut, dan Paru.
Kerusakan pada jaringan hati atau dikenal dalam bahasa kedokteran sebagai sirosis hati, atau dalam bahasa awam sebagai hati yang mengecil, akan menyebabkan aliran darah dari pembuluh darah usus yang menuju hati, terbendung. Akibatnya timbul penumpukan air di dalam perut (asites) dan juga di tungkai, akibat banyak air yang keluar dari dalam kapiler di perut maupun tungkai.

Solusi
Bila timbul pembengkakan seperti diterangkan di atas, disarankan segera menemui dokter terdekat.
Penanganan utama pada bengkak adalah mengatasi penyebab bengkak. Bila perlu, misalnya sesak nafas hebat, asites yang sangat besar, atau bengkak tungkai yang sangat besar, biasanya diberikan obat diuretika yang gunanya untuk merangsang pengeluaran air melalui ginjal, hanya untuk mengurangi gejala akibat bengkak saja, bukan mengatasi penyebab.




4.    PENYAKIT ANEMIA

Anemia adalah kondisi di mana darah Anda memiliki jumlah sel darah merah di bawah normal. Kurangnya sel darah merah ini biasanya diindikasikan oleh hitungan hemoglobin yang lebih rendah dari normal (lihat tabel).
Hemoglobin adalah unsur utama penyusun sel darah merah yang merupakan protein kaya zat besi dan berfungsi membantu sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Bila jumlah hemoglobin Anda sedikit, sel-sel tubuh Anda akan kekurangan oksigen. Anda akan merasa lelah, lemas dan gejala anemia lainnya. Anemia parah dan menahun (kurang dari 5 g/dl) dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak dan organ tubuh lain. Anemia yang sangat parah  bahkan dapat menyebabkan kematian.
Gejala
Kadar Hb Normal
Pria dewasa
13.5 – 17 g/dl
Wanita dewasa
12 – 15 g/dl
Ibu hamil
11 – 12 g/dl
Bayi baru lahir
14 – 24 g/dl
Anak-anak
11 – 16 g/dl
Tubuh yang mengalami anemia akan menunjukkan gejala seperti muka pucat, lelah, kurang energi/lemas, mengantuk, dan sakit kepala. Pada kasus yang lebih parah, anemia menyebabkan denyut jantung bertambah cepat, nafas tersengal dan pingsan.
Penyebab
Anemia terutama disebabkan oleh kehilangan darah, kekurangan produksi sel darah merah atau perusakan sel darah merah yang lebih cepat dari normal. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh:
  • Kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, asam folat dan vitamin C,  unsur-unsur yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah.
    • Kekurangan zat besi adalah penyebab utama anemia. Sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil dan 3% pria mengalami kekurangan zat besi.
    • Tidak mengkonsumsi daging (vegetarian) dapat menyebabkan Anda kekurangan vitamin B12, jenis vitamin yang hanya ditemui pada makanan hewani (daging, ikan, telur, susu). Di kalangan non vegetarian, hampir tidak ada yang kekurangan vitamin ini karena cadangannya cukup untuk produksi sel darah sampai lima tahun.
    • Asam folat tersedia pada banyak makanan, namun terutama terdapat di hati dan sayuran hijau mentah.
  • Darah menstruasi berlebihan. Wanita yang sedang menstruasi rawan terkena anemia karena kekurangan zat besi bila darah menstruasinya banyak dan dia tidak memiliki cukup persediaan zat besi.
  • Kehamilan. Wanita yang hamil rawan terkena anemia karena janin menyerap zat besi dan vitamin untuk pertumbuhannya.
  • Penyakit tertentu. Penyakit yang menyebabkan perdarahan terus-menerus di saluran pencernaan seperti gastritis, radang usus buntu,dll dapat menyebabkan anemia.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan perdarahan lambung (aspirin, obat anti inflamasi,dll). Obat lainnya dapat menyebabkan masalah dalam penyerapan zat besi dan vitamin (antacid, pil KB, obat anti artritis, dll).
  • Operasi pengambilan sebagian atau seluruh lambung (gastrektomi). Ini bisa menyebabkan anemia karena tubuh kurang menyerap zat besi dan vitamin B12.
  • Penyakit radang kronis seperti lupus, artritis rematik, penyakit ginjal, masalah pada kelenjar tiroid, beberapa jenis kanker, dan penyakit lainnya dapat menyebabkan anemia karena memengaruhi proses pembentukan sel darah merah.
Penanganan
  • Bila Anda merasakan gejala anemia di atas dan orang-orang di sekeliling Anda melihat Anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan kebiasaan makan Anda dan obat yang sedang Anda minum. Anda lalu akan mendapatkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan apakah terdapat anemia dan apa penyebabnya.
  • Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi, dokter akan mencari tahu dan mengatasi penyebab kekurangan tersebut. Suplemen zat besi dalam bentuk tablet atau sirup mungkin diberikan. (Bila anemia disebabkan oleh masalah penyerapan pasca- operasi gastrektomi, pemberian suplemen akan diberikan secara intramuskular atau intravenal).
  • Pemulihan biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penanganan. Setelah anemia tertangani, Anda masih akan terus menerima asupan suplemen zat besi hingga beberapa bulan untuk menjaga kondisi. Tinja Anda akan berwarna hitam selama perawatan.
  • Bila anemia disebabkan penyakit tertentu, satu-satunya solusi adalah menyembuhkan penyakitnya.
  • Anemia kronis yang ditandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat, nafas tersengal dan pingsan mungkin harus segera ditangani dengan transfusi darah.
Tips
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi disarankan bagi setiap orang, terlebih bagi wanita yang menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber dari daging, ayam dan ikan. Beberapa makanan seperti sayuran, buah-buahan, sereal (yang diperkuat zat besi), telur dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna. Untuk mempermudah penyerapan zat besi, Anda dapat memakannya bersamaan dengan daging, ayam atau ikan atau dengan buah-buahan yang kaya vitamin C.
  • Anda tidak memerlukan suplemen zat besi kecuali direkomendasikan dokter. Suplemen zat besi berdosis tinggi dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam. Selain itu, penggunaan suplemen zat besi yang tidak perlu dapat menyembunyikan masalah lain, misalnya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Wanita hamil disarankan mengkonsumsi suplemen makanan sesuai saran dokter, termasuk yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia.
  • Mengkonsumsi buah-buahan kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya, dan anggur dapat membantu tubuh menyerap zat besi.
  • Menjalani diet vegetarian harus dilakukan dengan bijak karena dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini sangat penting bagi pembentukan sel-sel tubuh, termasuk sel darah merah. Bila Anda tidak mengkonsumsi makanan hewani, Anda perlu mengambil suplemen vitamin B12.
  • Berhati-hatilah dalam penggunaan aspirin, ibuprofen dan obat anti inflamasi karena dapat menyebabkan iritasi lambung. Bila Anda harus mengkonsumsinya, konsultasikan dengan dokter jika Anda punya riwayat perdarahan lambung. Dokter mungkin akan mengganti dengan obat lain yang sesuai..